Bagaimana “Big Bang” Disimpulkan



“Big bang” banyak dibicarakan sebagai awal dari alam semesta, ketika sebuah titik yang luar biasa kecil meledak dengan dahsyat, mengembang dan menjadi galaksi, bintang, planet dan bumi yang kita huni.

Tetapi jika kejadiannya lebih dari 10 milyar tahun yang lalu, bagaimana manusia sekarang bisa menyimpulkan skenario penciptaan tersebut?

Hubble

Pada tahun 1920-an Edwin Hubble mengukur jarak berbagai galaksi terhadap bumi. Ia lalu membandingkan hasilnya dengan gerak mereka. Ternyata galaksi-galaksi itu melaju menjauhi bumi. Yang menarik, kecepatan geraknya tidak sama, melainkan semakin jauh dari bumi, semakin cepat galaksi menjauhi bumi.

Apakah ini berarti bumi merupakan pusat semesta yang ditinggal pergi oleh para galaksi? Bukan. Bayangkan sebuah balon karet yang kempis dan kulitnya digambari bintik-bintik. Jika balon ditiup, bintik-bintik itu merenggang satu terhadap lainnya. Dipandang dari titik tertentu, bintik yang jauh akan lebih banyak bergeser ketimbang bintik yang dekat. Ini gara-gara keseluruhan kulit balon meregang bersama-sama.

Jadi dari penelusuran Hubble, keseluruhan jagat raya sedang mengembang bersamaan. Kalau begitu, tentu setahun yang lalu ukurannya tidak sehebat sekarang, apalagi seabad yang lewat. Bila ditelusur mundur terus, agaknya ada saat ketika alam semesta berukuran kecil, bahkan sangat kecil.

Padahal gas yang dimampatkan akan naik suhunya, coba rasakan tabung pompa pada saat kita memompa ban. Apalagi jika yang memampat itu massa alam semesta yang luar biasa besar. Akan terbentuk gumpalan sangat panas dengan suhu lebih dari trilyunan derajat. Tampaknya alam semesta berawal dari satu titik super panas yang dengan cepat sekali mengembang. Ini yang disebut big bang.

Penzias

Gagasan tersebut harus didukung oleh petunjuk yang lain. Pada tahun 1964, Arno Penzias dan Robert Wilson menghadapi masalah dengan antena besar untuk menerima sinyal dari ruang angkasa. Sepertinya ada gangguan yang diterima, bandel, dan sama terus kekuatannya ke manapun antena dihadapkan ke langit. Penzias dan Wilson hampir kehilangan akal.

Setelah dilakukan analisis mendalam, ketemulah biang keladinya. Ceritanya, setiap barang yang merupakan benda hitam jika bersuhu tinggi akan memancarkan radiasi panas. Tangan yang didekatkan pada setrika panas dapat merasakan contoh radiasi dimaksud.

Puncak radiasi terletak pada panjang gelombang tertentu, dan harga panjang gelombang ini dipengaruhi suhu benda. Semakin tinggi suhu, panjang gelombang semakin pendek. Lihat saja api sangat panas yang bercahaya biru (panjang gelombang pendek) dan api kurang panas yang merah (panjang gelombang lebih besar).

Menurut skenario big bang, jagat raya awalnya bersuhu 1032 Kelvin (273 Kelvin sama dengan 0 derajat Celsius). Oleh karena mengembang, temperaturnya turun, sehingga panjang gelombang radiasi terus membesar. 56.000 tahun setelah big bang, suhunya menjadi “hanya” 9000 K. Angka ini dekat dengan suhu permukaan matahari (6000 K) yang radiasinya berbentuk cahaya cemerlang.

Ketika diselidiki, gangguan pada antena Penzias dan Wilson berada di daerah gelombang mikro, yang panjang gelombangnya jauh lebih besar dari pada cahaya matahari. Dan temperaturnya ketemu 2,7 K. Ini dia suhu alam semesta pada zaman sekarang, tersebar rata di seluruh langit, merupakan sisa big bang 13,7 milyar tahun yang lalu.

Tak ayal lagi, teori big bang mendapatkan bukti yang kuat. Tentu masih ada petunjuk-petunjuk lain yang menunjang, misalnya hasil pengamatan oleh satelit COBE. Tetapi kontribusi Hubble, serta Penzias dan Wilson, memegang peran sangat penting. Penzias dan Wilson dianugerahi hadiah Nobel pada tahun 1978. Hubble tidak menerima Nobel, tetapi namanya diabadikan, antara lain untuk sebuah teleskop berkemampuan tinggi yang sejak tahun 1990 mengorbit bumi.***

Bacaan:

http://www.astro.ucla.edu/~wright/BBhistory.html

http://www.big-bang-theory.com/

http://apod.nasa.gov/apod//ap980207.html

Kredit foto:

https://academics.skidmore.edu/weblogs/students/scheng/Supernova.jpg

my cord

Hitomino Junin
Intro : G D F Em C G Am D

G Em C D
Kazoekirenai... demo sukoshi no saigetsu wa nagare
G Em C D
Ittai kimi no koto wo dore kurai wakatteru no ka na?
Yubisaki de chizu tadoru you ni wa umaku ikanai ne
Kizuiteiru yo fuansou na kao Kakushiteru kurai

Bm Em Bm Em
Isogiashi no ashita e to teikou suru you ni
Bm Em C D
Kakemawatteite mo fushigi na kurai... kono mune wa kimi wo egaku yo

C D Bm Em
Miagereba kagayaki wa iroasezu afureteita
C D Bm Em
Donna toki mo terashiteru ano taiyou no you ni nareta nara

Em

Mou sukoshi dake kimi no nioi ni... dakareteitai na
Soto no kuuki ni kubiwa wo hikare boku wa se wo muketa

Shiroku nijinda Tameiki ni shirasareru toki wo
Kurikaeshi nagara futo omou no sa... naze boku wa koko ni irun'darou?

Soba ni ite zutto kimi no egao wo mitsumeteitai
Utsuriyuku shunkan wo sono hitomi ni sundeitai
Doko made mo odayaka na shikisai ni irodorareta
Hitotsu no fuukeiga no naka yorisou you ni toki wo tomete hoshii eien ni

Em C D
Em C D
Em C D
Em C F

Intro : G D F Em C G Am D

Soba ni ite zutto kimi no egao wo mitsumeteitai
Utsuriyuku shunkan wo sono hitomi ni sundeitai
Itsu no hi ka azayaka na kisetsu e to tsuredasetara
Yuki no you ni sora ni saku hana no moto e... hana no moto e


New World
Intro :
F#add9 C#
D#madd9 B
(drum loop)
F#add9 C#
(beat on)
D#madd9 B

VERSE
F#
kokoniaru tashika na riaritei
Dm B
furikaeru kinou nante kudaranai
F#add9
togireru nai sora wo dokomademo
Dmadd9 B
kage sae mo utsuranai sekai e


PRE-CHORUS
F# C# D#m G#sus4
kensou ni magirete todoita kakusei no koe
(Stand up for your final choice! Now the time of fate has come!)
CHORUS
Badd9 C# F# D#
yami o sai te! afure dashita! hikari tsukami kakage ro
B C#
I'm awakening in the New World! >

*jreg... jreg-jreg jreg-jreg...* 2X
(bass mute)

VERSE
F#add9
sono te o nobashite kuretara
Dmadd9 B
ima sugu kimi wo tsure te ikeru
F#add9
dare yorimo takaku ukande
Dmadd9
teniire ta mujuuryoku chitai e...


PRE-CHORUS
F# C# D#m G#sus4
kaihou no byouyomi kidu ita kakusei no koe!
(Stand up for your final choice! Now the time of fate has come!)

CHORUS
F#add9 C# F# D#
togi suma shita tsubasa hiroge kaze wo atsume tobi tate !
F#add9 C# D#
abare ru kodou toki wo koe te hibike!
B C#
I'm awakening in the New World

SOLO
BM7 A#m7
BM7 A#m7

*Nguuungg...*
(Pick Scrape)

BRIDGE
F# C# D#m C#
hizumu zanzou toke te nagareteiku
(Stand up for your final choice! Now the time of fate has come!)
B D#m C# G#sus4
egaku kiseki wa sora wo tsuranuiteiku!
(Fly away beyond the clouds! Will you still be in your dreams?)
C#sus4 C#
br wa ranai joushou!


CHORUS
F#add9 C# F# D#
yami o sai te! afure dashi ta! hikari tsukami kakage ro!
F#add9 C# D#
modore teita kono shunkan tsunage
Fadd9# C# F# D#
kimi ga kureta... koe wo dai te... takaku takaku hane bataku!
Fadd9# C#
koboreru mirai mabushii kurai sosogu...
B C#
I'm awakening in the New World!


F#add9 C#
New world...

D#madd9 B

DNA Juga Bisa Memacu Potensi Diri, lho...

Kamis, 10 September 2009 | 12:24 WIB
Laporan wartawan KOMPAS.com Inggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Deoxyribunucleic Acid (DNA) selama ini selalu dikenal untuk mengidentifikasi garis keturunan. Padahal, DNA tak hanya bisa dipelajari dari sisi medis. Psikolog Miriati, Psi, mengungkapkan, DNA juga bisa disorot dari ilmu Psikologi. Apa manfaatnya? Ternyata, DNA bisa dioptimalkan untuk membangkitkan potensi diri. Mau tahu, bagaimana mengaktifkan DNA?

DNA terdiri dari zat kimia yang sifatnya basah yaitu adenine, guanine, cytosine dan thymine yang melekat pada fosfor dan gula. Bentuknya seperti tangga elips, memutar. Menurut Miriati, setiap manusia memiliki DNA/gen yang mempunyai potensi serupa. Memberikan pengaruh positif atau negatif, tergantung bagaimana pengaktifan oleh masing-masing individu.

"DNA itu terdapat di setiap inti sel tubuh. Semua manusia memilikinya. Perbedaannya, hanya karena masing-masing punya pilihan dan keinginan yang berbeda. Selain itu disebabkan masih adanya gen yang padat dan belum mencair. Sehingga, perlu di- on -kan," ujar Miriati, pada diskusi Mengoptimalkan Potensi Diri melalui Pengaktifan DNA/Gen, di MP Book Point, Jakarta Selatan, Kamis (10/9).

"Dengan kehadiran gen/DNA, setiap orang punya bakat dan potensi yang sama. Catatannya, harus membuka diri dengan berbagai kesempatan," lanjutnya.

Miriati mencontohkan, sikap penolakan selalu menjadi respon awal bila disodorkan sebuah kesempatan. Padahal, tawaran ini seharusnya direspon secara positif dan yakin bahwa setiap orang bisa melakukannya, meskipun tanpa pengalaman. Ketika kesempatan direspon positif, jelas Miriati, maka gen akan hidup.

"Setiap orang punya potensi, berapapun usianya. Untuk memaksimalkan potensi, setiap orang harus berpikir positif, bahwa dia bisa. Setiap orang punya muatan gen yang sama, tergantung bisa dibuka atau tidak. Kalau negative thinking , gen tidak akan terbuka," papar Miriati.

Bagaimana mengaktifkan DNA untuk potensi diri?

Ada beberapa cara untuk mengaktifkan DNA. Miriati memaparkan, setidaknya ada 6 karakter positif yang bisa ditumbuhkan pada setiap individu. Pertama, membuka diri untuk menyerap wawasan yang luas. Wawasan yang luas akan merangsang keinginan. Kedua, dengan keinginan atau dreams, bisa membangkitkan energi positif dalam diri.

Tak hanya dari diri sendiri, menghidupkan DNA juga bisa distimulus dari lingkungan sekitar. Cara ketiga, menginspirasi momen yang dijumpai.

"Seseorang bisa mengandalkan dirinya sendiri dengan apa yang ada didirinya. Dimanapun, kita bisa terinspirasi asal dalam hidup menghadirkan consciousness sehingga kita bisa memaknai suatu peristiwa," ujarnya.

Keempat, selalu berpikir positif, grab it first and do it ! Artinya, selalu berpikir positif atas setiap kesempatan baru. Dan kelima, selalu melakukan latihan terus menerus sehingga pengaktifan DNA akan bisa dimunculkan secara spontan dan berimplikasi positif bagi potensi diri.

Miriati juga mengingatkan, jika memiliki mimpi atau keinginan, berbagilah dengan orang-orang yang diyakini bisa memberikan dorongan. Dorongan positif yang yang didapatkan akan memacu DNA aktif. "Jangan cerita sama orang yang belum-belum sudah memadamkan semangat Anda," kata Miriati.

Fosil Telur Dinosaurus Ditemukan di India


CHENNAI, KOMPAS.com- Ahli geologi telah menemukan sekelompok fosil telur dinosaurus yang diperkirakan berusia 65 juta tahun. Kelompok telur dinosaurus itu ditemukan di sebuah desa di bagian selatan Provinsi Tamil Nadu, India.

"Kami menemukan bertumpuk-tumpuk telur, serta bagian tubuh dinosaurus. Setiap lapis dalam tumpukan itu terdiri dari delapan butir," kata M Ramkumar, seorang ahli geologi dari Universitas Periyar yang memimpin tim survei, seperti dikutip The Hindu, Kamis (1/10) kemarin.

Telur-telur dengan diameter 13-30 cm yang berada pada areal sekitar 1,2 meter itu ditemukan dalam selama survei yang dibiayai Lembaga Ilmiah Jerman-India.

Fosil telur itu tertimbun dalam sarang di bawah abu vulkanik dari eropsi Plateau Deccan, yang mungkin saja menyebabkan populasi dinosaurus punah.

Lokasi sarang telur-telur dinosaurus itu ditemukan di sepanjang tepian dan bawah aliran Sungai Cauvery. Di daerah aliran sungai itu juga ditemukan sisa-sisa kotoran dan tulang belulang dinosaurus.

"Penemuan dalam jumlah besar pada jalur yang sama mengindikasikan bahwa dinosaurus terus kembali ke situs itu untuk bersarang," kata Anbarasu, anggota tim survei.

Berkait dengan penemuan itu, para peneliti telah meminta pemerintah setempat untuk menjaga situs tersebut, mengingat temuan yang sama di India Utara pernah dijarah orang tak bertanggung jawab.

Dasar Manajemen

Keterampilan ini melibatkan kemampuan untuk melihat suatu perusahaan/organisasi secara utuh, mengenali cara kerja dan ketergantungan bermacam-macam fungsi yang ada, dan lebih jauh lagi untuk memahami hubungan antara perusahaan/organisasinya dan industri, masyarakat, dan situasi ekonomi dan sosial secara umum.
Pada dasarnya keterampilan ini lebih banyak melibatkan intuisi seorang manajer sehingga ia dapat memahami gejala-gejala umum dan keterkaitan antar variabel-variabel elementer, memberikan penekanan dan prioritas pola tindakan, serta dapat memperkirakan kencenderungan dan probabilitas hasil dari tindakan yang akan dilakukan. Di luar teknis pelatihan manajemen, prinsip ‘learning by doing’ sangat dirasakan penting untuk mengasah keterampilan konseptual ini. Sedangkan pelatihan manajemen strategi, pola promosi kepada karyawan untuk menduduki posisi lebih tinggi dan melibatkan kerja antar kelompok juga merupakan beberapa upaya untuk mengembangkan keterampilan ini secara lebih terstruktur.

Keterampilan Konseptual (Conceptual Skill)
Keterampilan konseptual adalah kemampuan untuk mengkoordinasi dan memedukan berbagai kepentingan dan kegiatan organisasi. Ini mencakup kemampun manajer untuk melihat organisasi sebagai suatu keseluruhan organisasi. Manajer membutuhkan keterampilan konseptual yang cukup mengenali bagaiman bermacam-macam faktor pada suatu keadaan tertentu berkaitan suatu dengan yang lain, sehingga tindakan yang diambilnya ditujukan untuk kepentingan organisasi secara keseluruhan. Contoh keterampilan ini adalah kemampuan memecahkan masalah, membuat keputusan, membuat rencana, dan sebagainya.

KONSEP DASAR MANAJEMEN

KONSEP DASAR MANAJEMEN

A. Pengertian :
Dilihat dari asal katanya, kata manajemen atau management dalam Bahasa Inggris berasal dari kata Italia, maneggiare yang kurang lebih berarti menangani atau to handle. Dalam bahasa latin ada kata yang punya pengertian hampir sama yakni manus yang artinya tangan atau menangani.
Sementara berbicara tentang definisi, layaknya istilah-istilah lain dalam kajian Ilmu Sosial, Manajemen juga memiliki sejumlah definisi yang diberikan para ahli. Disini hanya akan dikemukakan satu definisi yang diungkapkan oleh GR Terry sebagai berikut:

Manajemen merupakan sebuah proses yang khas, yang terdiri dari tindakan-tindakan: Perencanaan, Pengorganisasian, Penggiatan dan Pengawasan yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya.


Pengertian lain manajemen adalah sebuah proses yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan organisasi melalui serangkaian kegiatan berupa perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian orang-orang serta sumber daya organisasi lainnya.
3 faktor yang terlibat dalam proses penyelesaian:
1.Adanya penggunaan sumber daya organisasi (SDM, SDA, SDD, SDI)
2.Adanya proses yang bertahap (perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian)
3.Adanya seni dalam menyelesaikan pekerjaan

Peran Manajer Dalam Organisasi: Efektif dan Efisien
Manajemen diperlukan agar tujuan organisasi dapat dicapai secara efektif dan efisien. Efektif menurut Peter F. Drucker adalah “mengerjakan pekerjaan yang benar”. Sedangkan Efisien adalah “mengerjakan pekerjaan dengan benar”.
Agar manajemen yang dilakukan mengarah kepada kegiatan bisnis secara efektif dan efisien, maka manajemen perlu dijelaskan berdasarkan fungsi fungsinya/dikenal sebagai fungsi-fungsi manajemen (fungsi perencanaan, pengorganisasian pengimplementasian, serta pengendalian dan pengawasan).
Disamping pengertian dan definisi manajemen yang sudah diuraikan tadi, McFarland, 1979 juga mengemukakan empat pengertian manajemen yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari:
1.proses-proses pengorganisasian; yakni perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, penggiatan dan pengevaluasian.
2.Kata manajemen juga berarti karir atau jabatan
3.Kata manajemen juga dapat berarti kelompok orang yang bertanggungjawab dalam menjalankan sebuah organisasi.
4.Kata manajemen juga dapat merupakan sebuah ilmu atau seni untuk mengatur orang lain

Selanjutnya Harbison dan Myers menggolongkan manajemen itu menjadi tiga tipe, yaitu:
1.Patrimonial Management
Terdapat apabila suatu perusahaan dimiliki oleh sebuah keluarga dan kedudukan-kedudukan yang penting dalam hirarki perusahaan dikuasai oleh anggota-anggota keluarga tersebut.
2.Political Management
Suatu bentuk manajemen dimana kedudukan-kedudukan penting dan pokok dalam organisasi dipegang oleh mereka yang mempunyai hubungan-hubungan politik berdasarkan atas loyalitas pada suatu partai politik tertentu.
3.Profesional Management
Kedudukan yang strategis dan penting diserahkan kepada mereka yang telah memberikan bukti akan kecakapannya, kapasitas, kesanggupan, keahlian atau dengan perkataan lain atas dasar jasa dan hasil yang mereka berikan kepada perusahaan.

B. Fungsi-fungsi Dasar Manajemen

Pada intinya fungsi-fungsi manajemen meliputi fungsi Perencanaan, Pelaksanaan dan Evaluasi. Namun dalam pelaksanaannya fungsi-fungsi dasar tersebut bisa dikembangkan secara fleksibel sesuai kebutuhan organisasi.

Berikut adalah fungsi-fungsi manajemen yang dikemukakan oleh Dessler, 1996:
1.Planning. Meliputi penentuan tujuan, tindakan, pengembangan aturan dan prosedur-prosedur, pengembangan rencana dan melakukan prediksi.
2.Organizing. Meliputi pemberian tugas, bagian-bagian, pendelegasian wewenang, mengkoordinir pekerjaan
3.Staffing, meliputi rekruitmen karyawan, pelatihan dan pengembangan
4.Leading, mencakup pemberian perintah, menjaga motivasi dan semangat kerja karyawan
5.Controlling, menentukan standar, melakukan perbaikan bila diperlukan.

Fungsi-fungsi manajemen diperlukan agar keseluruhan sumber daya organisasi dapat dikelola dan dipergunakan secara efektif dan efisien sehingga tujuan organisasi dapat tercapai.

Kegiatan-kegiatan dalam fungsi Manajemen
1. Fungsi Perencanaan (Planning)
1.Menetapkan tujuan dan target bisnis
2.Merumusakan strategi untuk mencapai tujuan dan target bisnis tersebut
3.Menentukan sumber-sumber daya yang diperlukan
4.Menetapkan standar atau indikator keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis.
2. Fungsi Pengorganisasian (Organizing)
1.Mengalokasikan sumber daya, merumuskan dan menetapkan tugas dan menetapkan prosedur yang diperlukan
2.Menetapkan struktur organisasi yang menunjukkan adanya garis kewenangan dan tanggung jawab
3. Kegiatan penempatan SDM pada posisi yang tepat.
3. Fungsi Pengimplementasian (Directing)
1.Mengimplementasikan proses kepemimpinan, pembimbingan dan pemberian motivasi kepada tenaga kerja agar dapat bekerja secara efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan
2.Memberikan tugas dan penjelasan rutin mengenai pekerjaan
3. Menjelaskan kebijakan yang ditetapkan.
4. Fungsi Pengawasan (Controlling)
Mengevaluasi keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan
Mengambil langkah klarifikasi dan koreksi atas penyimpangan yang mungkin ditemukan
Melakukan berbagai alternatif solusi atas berbagai masalah yang terkait dengan pencapaian tujuan dan target bisnis.

Fungsi Operasional dari Manajemen
Pada pelaksanaannya, fungsi-fungsi manajemen yang dijalankan menurut tahapan tertentu akan sangat berbeda-beda jika didasarkan pada fungsi operasionalnya, belum lagi dilihat dari jenis organisasinya.
Berdasarkan operasionalnya, manajemen organisasi bisnis dapat dibedakan secara garis besar menjadi fungsi-fungsi:
Manajemen SDM
Manajemen Produksi
Manajemen Pemasaran
Manajemen Keuangan

1. Manajemen Sumber Daya Manusia
Adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk memperoleh SDM yang kita jalankan & bagaimana SDM yang terbaik tersebut dapat terpelihara & tetap bekerja bersama kita dengan baik.
2.Manajemen produksi
Adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan standar yang ditetapkan berdasarkan keinginan konsumen, dengan teknik produksi yang se-efesien mungkin.
3. Manajemen pemasaran
Adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk mengidentifikasi apa yang sesungguhnya dibutuhkan oleh konsumen, & bagaimana cara pemenuhannya dapat diwujudkan.
4. Mnajemen keuangan
Adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya memastikan bahwa kegiatan bisnis yang dilakukan mampu mencapai tujuannya secara ekonomis, yaitu diukur secarra profit.
5. Manajemen informasi
Adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha memastikan bahwa bisnis yang berjalan tetap mampu untuk terus bertahan dalam jangka panjang.
PERAN MANAGER DALAM PROSES MANAGEMENT
Setiap perusahaan memiliki manajemen yang memegang berbagai peranan penting yang menentukan keberhasilan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan untuk diwujudkan bersama. Ada banyak peran yang harus dimainkan / diperankan para manajer secara seimbang sehingga diperlukan orang-orang yang tepat untuk menjalankan peran-peran tersebut.
Manajemen yang baik haruslah berperan sesuai dengan situasi dan kondisi pada perusahaan atau organisasi. Menajemen yang tidak bisa menjalankan peran sesuai tuntutan perusahaan dapat membawa kegagalan.
Berikut ini adalah Peranan Manajemen yang harus diperankan para Manajer :
1. Peran Interpersonal
Yaitu hubungan antara manajer dengan orang yang ada di sekelilingnya, meliputi ;
- Figurehead / Pemimpin Simbol : Sebagai simbol dalam acara-acara perusahaan.
- Leader / Pemimpin : Menjadi pemimpin yag memberi motivasi para karyawan / bawahan serta mengatasi permasalahan yang muncul.
- Liaison / Penghubung : Menjadi penghubung dengan pihak internal maupun eksternal.
2. Peran Informasi
Adalah peran dalam mengatur informasi yang dimiliki baik yang berasal dari dalam maupun luar organisasi, meliputi ;
- Monitor / Pemantau : Mengawasi, memantau, mengikuti, mengumpulkan dan merekam kejadian atau peristiwa yang terjadi baik didapat secara langsung maupun tidak langsung.
- Disseminator / Penyebar : Menyebar informasi yang didapat kepada para orang-orang dalam organisasi.
- Spokeperson / Juru Bicara : Mewakili unit yang dipimpinnya kepada pihak luar.
3. Peran Pengambil Keputusan
Adalah peran dalam membuat keputusan baik yang ditentukan sendiri maupun yang dihasilkan bersama pihak lain, meliputi ;
- Entrepreneur / Kewirausahaan : Membuat ide dan kreasi yang kreatif dan inovatif untuk meningkatkan kinerja unit kerja.
- Disturbance Handler / Penyelesai Permasalahan : Mencari jalan keluar dan solusi terbaik dari setiap persoalan yang timbul.
- Resource Allicator / Pengalokasi Sumber Daya : Menentukan siapa yang menerima sumber daya serta besar sumber dayanya.
- Negotiator / Negosiator : Melakukan negosiasi dengan pihak dalam dan luar untuk kepentingan unit kerja atau perusahaan.
TIPE-TIPE MANAJER
Tingkatan Manajer:
Manajer Puncak
Manajer yang bertanggung jawab pada dewan direksi dan pemegang saham atas keseluruhan kinerja dan aktivitas perusahaan.
Manajer Menengah
Manajer yang bertanggung jawab pada pengimplementasian strategi kebijakan dan keputusan yang dibuat oleh manajer puncak.
Manajer Lini Pertama
Manajer yang bertanggung jawab langsung atas pekerjaan karyawan (supervisi)
Bidang-Bidang Manajemen
Kesemua tingkatan manajemen di atas bekerja pada berbagai bidang dalam suatu perusahaan, meliputi: Sumber daya Manusia, Informasi dan Keuangan, Operasional, Pemasaran.
1. Manajer Sumber Daya Manusia bertugas: Rekruitmen, Pelatihan, Evaluasi kinerja, dan Penentukan besarnya kompensasi bagi karyawan.
2. Manajer Informasi bertugas dan bertanggung jawab terkait: Perancangan dan Penerapan Sistem untuk menggabungkan, mengorganisasikan, dan mendistribusikan informasi.
3. Manajer Keuangan : Merencanakan dan mengawasi fungsi akuntansi dan sumber-sumber keuangan.
4. Manajer Operasi terkait dengan tugas-tugas dan tanggung jawab pada sistem yang digunakan oleh perusahaan dalam produksi, persediaan, dan pengawasan kualitas dari barang dan jasa yang dihasilkan.
5. Manajer Pemasaran bertanggung jawab atas kegiatan-kegiatan yang mencakup pengembangan, penetapan harga, promosi dan distribusi barang dan jasa dari produsen kepada konsumen.
DASAR KETRAMPILAN MANAJER
Seorang manajer harus memiliki dan mampu mengembangkan ketrampilan Teknis, Hubungan Manusia, Konseptual dan Pengambilan Keputusan serta Pengelolaan Waktu.
1. Ketrampilan Teknis
Ketrampilan yang diperlukan untuk melakukan tugas khusus.
2. Ketrampilan Hubungan Manusia
Ketrampilan untuk memahami dan bekerjasama dengan orang lain
3. Ketrampilan Konseptual
Ketrampilan terkait dengan kemampuan untuk berpikir pada hal-hal yang abstrak, mendiagnosis dan menganalisis situasi yang berbeda dan memandang jauh kedepan.
4. Ketrampilan Pengambilan Keputusan
Kemampuan dalam identifikasi masalah, dan menentukan langkah terbaik untuk menyelesaikan masalah.
5. Ketrampilan Pengelolaan Waktu
Ketrampilan yang berkaitan dengan pemanfaatan waktu secara produktif.
KEAHLIAN MANAJEMEN UNTUK ABAD KE DUA PULUH SATU
Pada abad 21 manajer dituntut untuk memiliki wawasan terhadap pasar asing dan kemampuan memahami dan memanfaatkan teknologi informasi sehingga mampu bersaing dalam lingkungan global.
MANAJEMEN DAN BUDAYA PERUSAHAAN
Budaya perusahaan meliputi pengalaman, kisah, kepercayaan dan norma-norma bersama yang memberikan ciri suatu organisasi yang akan membantu dalam menciptakan iklim kerja dan bisnis yang terjadi dalam suatu organisasi.
MENGKOMUNIKASIKAN BUDAYA DAN MENGELOLA PERUBAHAN
Budaya perusahaan mempengaruhi budaya dan perilaku manajemen, untuk itu manajer harus memiliki pemahaman yang jelas tentang budaya, menyalurkan budaya itu pada orang lain dalam organisasi dan dapat mempertahankan budaya tersebut. Jika harus mengubah budaya dapat ditempuh dengan tiga tahap:
1. Manajemen Puncak mengidentifikasi perubahan lingkungan sebagai tanggapan terbaik terhadap masalah yang dihadapi.
2. Merumuskan visi perusahaan baru.
Menetapkan sistem baru untuk menghargai dan memberikan kompensasi kepada karyawan yang mengukuhkan nilai baru perusahaan.

sumber : http://centralmakalah.blogspot.com/2009/02/konsep-dasar-manajemen.html

Warna Warni Langit Kita


Mengapa langit berwarna biru? Mengapa pula penampilannya berubah kemerahan pada pagi dan sore hari? Apakah gejala warna tersebut memang berbeda dari kabut yang tampak putih saja?

Sudah umum disaksikan bahwa ketika disorot lampu mobil, kabut terlihat terang tidak berwarna. Ini karena tetes-tetes kecil air dalam kabut menghamburkan cahaya ke segala jurusan tanpa pilih kasih. Semua warna disebarkan secara sama, sehingga hasil totalnya tampak putih.

Berlainan situasinya pada lapisan atmosfir jauh di atas. Di sana yang berperan bukan bintik-bintik air melainkan molekul-molekul udara yang ukurannya jauh lebih kecil. Melalui gejala yang disebut hamburan Rayleigh, molekul-molekul itu mempraktekkan diskriminasi. Cahaya disebarkan tidak sama rata. Semakin pendek panjang gelombang cahaya, semakin banyak yang dihamburkan.

Kita ketahui bahwa panjang gelombang terpendek dalam spektrum cahaya ditempati oleh warna ungu, dan panjang gelombang membesar ke arah merah. Artinya cahaya ungu paling hebat disebarkan ke mana-mana di atmosfir tinggi, sehingga mestinya langit bagai dipenuhi bunga violetta. Namun mata manusia kurang peka terhadap cahaya ungu, apalagi kandungan warna ungu dalam cahaya matahari relatif sedikit. Mata lebih sensitif jika panjang gelombang bergeser ke daerah nila, warna yang bertetangga dengan ungu. Dan lebih peka lagi untuk biru, tetangga nila yang jumlahnya cukup banyak sekaligus masih intens dihamburkan oleh atmosfir. Karena itulah langit di atas bumi berwarna biru.

Bandingkan dengan angkasa di atas bulan, seperti yang teramati pada foto-foto pendaratan misi Apollo. Karena ketiadaan atmosfir beserta segenap molekul yang bisa menghamburkan cahaya, langit di sana sungguh hitam pekat. Tetapi seandainya mata astronaut ditujukan ke matahari, akan luar biasa cemerlang bulatan surya akibat absennya molekul dan partikel yang seharusnya juga bisa mengerem terik matahari.

Dahsyatnya kontras antara cerah matahari dan hitam legamnya langit mengharuskan mata astronaut dilindungi oleh kaca helm yang berlapis emas. Sungguh tidak nyaman dibandingkan pemandangan langit bumi yang terang menyenangkan. Berwarna biru lagi, warna yang memberi kesan sejuk.

Senja merah
Uraian di atas berlaku jika sang surya bertahta tinggi di angkasa. Cerita menjadi lain apabila matahari bertengger rendah, yang terjadi pada pagi hari dan senja.

Pada saat-saat tersebut cahaya matahari jatuhnya condong menembus atmosfir, sehingga harus menempuh lintasan yang lebih panjang ketimbang kalau merambat tegak lurus tanah. Akibatnya molekul-molekul udara mempunyai begitu banyak kesempatan untuk menyebarkan cahaya, sambil tetap mengikuti ciri Rayleigh, yaitu semakin pendek panjang gelombang semakin hebat hamburannya.

Karena itu secara awal cahaya akan kehilangan warna ungu karena sudah habis-habisan dihamburkan. Berikutnya persediaan warna nila yang punah. Jika masih panjang lintasan yang harus ditempuh cahaya, giliran selanjutnya yang susut dalam spektrum cahaya matahari ialah biru, hijau, dan mungkin kuning. Jadi pada akhirnya, yang berhasil mencapai mata hanya sisa kuning, kemudian lebih banyak jingga, dan lebih banyak lagi merah.

Inilah rahasianya mengapa langit kita cenderung kemerahan pada saat fajar dan senja. Kadang-kadang bahkan merah bukan main. Mempesona, menyajikan pemandangan yang mengilhami pemotret, pelukis, pengarang, penyair dan pencipta lagu dalam menghasilkan karyanya. ððð

foto: http://www2.hiren.info/desktopwallpapers/natural/green-farm-and-blue-sky.jpg

Menyingkap Legenda Vampir Melalui Biokimia


Vampir kini kembali ngetren akibat film Twilight. Tahukah anda bahwa suatu penyakit genetik yang disebut porphyria boleh jadi merupakan pemicu munculnya mitos vampir? Porphyria adalah suatu kelainan berupa gangguan pada jalur pembentukan heme, suatu komponen dari hemoglobin yang berperan mengangkut oksigen dalam darah.

Anemia

Kebanyakan individu ini mengidap anemia karena mengalami gangguan sintesis heme (komponen pembentuk hemoglobin). Penyakit ini disebabkan oleh adanya ketidaksempurnaan dalam jalur pembentukan enzim dari glisin menjadi porfirin, menyebabkan over produksi porfirin yang dapat terkumpul di kulit, cairan tubuh, atau feses. Bentuk yang paling umum dari penyakit tersebut adalah acute intermittent porphyria. Kebanyakan individu yang terserang biasanya heterozigot dan biasanya tidak menimbulkan gejala spesifik karena satu single copy dari gen normal mampu menyediakan mekanisme biosintesis yang cukup untuk produksi enzim secara normal.

Istilah porphyria ini diambil dari bahasa Yunani, porphura yang berarti pigmen ungu, disebut demikian karena warna ungu yang muncul pada cairan tubuh pasien ketika terserang. Selain dapat diturunkan secara genetik, penyakit ini bisa dipicu oleh faktor lain seperti penggunaan obat-obatan tertentu, alkohol, kontrasepsi hormon, dan sebagainya. Pada kondisi lingkungan tertentu dan asupan nutrisi tertentu dapat terbentuk δ-aminolevulinate dan porphobilinogen yang menyebabkan gangguan abdominal akut dan disfungsi saraf.

Salah satu bentuk kelainan porphyria adalah dapat membuat kulit menjadi sensitif terhadap sinar matahari, membuatnya rapuh dan mudah rusak. Karakteristik ini dimanfaatkan dalam penelitian pengobatan kanker dimana suatu obat yang diturunkan dari porphyrin disisipkan ke sel kanker, kemudian dipaparkan ke sinar, sehingga membuat melanoma kanker terbakar habis. Bentuk porphyria lain yang jarang terjadi, akan menghasilkan akumulasi uroporphyrinogen I, suatu isomer dari prekursor protoporphyrin. Zat ini menyebabkan urine berwarna merah, membuat gigi sangat mengkilat jika terkena sinar ultraviolet, dan membuat kulit abnormal jika terkena sinar matahari.

Vampir dan Porphyria

Boleh jadi kondisi genetik seperti inilah yang mengawali adanya mitos tentang vampir. Seseorang yang terkena penyakit ini, membutuhkan banyak darah karena dia mengidap anemia dan dia menghisap darah orang lain di malam hari karena pada siang hari kulitnya mungkin bisa melepuh apabila terkena sinar matahari.
Pada Januari 1964, makalah yang membahas porphyria dan etiologi manusia serigala diterbitkan di Proceedings of the Royal Society of Medicine. Lebih lanjut, pada tahun 1985, David Dolphin memublikasikan makalahnya yang berjudul “Porphyria, Vampires and Werewolves : The Aetiology of European Metamorphosis Legends”, yang kemudian menuai beragam kontroversi.

Antara lain karena meski penderita porphyria mendapat terapi injeksi heme, bagaimanapun darah yang diminum (seperti yang dilakukan oleh vampir) akan masuk ke sistem pencernaan dan diuraikan. Polemik lain berkembang yakni pada aspek-aspek seperti sensitifitas terhadap cahaya, dan alergi bawang putih yang ditengarai merupakan bagian-bagian yang ditambahkan oleh industri film pada legenda vampir itu sendiri.

Bagaimana pendapat Anda?

Ide tulisan dari http://fakhria.wordpress.com
Referensi : http://en.wikipedia.org/wiki/Porphyria
http://www.inklingmagazine.com/articles/comments/vampires-save-lives/

foto:wikimedia.org

7 Pikiran yang Bisa Membunuh


Pikiran bisa membunuh kita. Kalimat itu tidak sembarangan, sebab apa yang ada di pikiran kita sangat menentukan apa yang akan kita lakukkan. Maka dalam berpikir pun kita tidak bisa seenaknya saja. Ada tujuh jenis pikiran yang berbahaya bagi kehidupan kita. Apa saja itu?

1. Stres
Apa pun yang kita lakukan, usahakan jangan membuatmu stes. Riset membuktikan bahwa stres berkepanjangan bisa mematikan. Stres meningkatkan risiko penyakit jantung, virus flu, sindroma metabolisme, dan kenaikan tekanan darah. Jangan salah, hal yang membahagiakan pun kadang membuat stres juga. Ilmuwan Inggris menemukan bahwa orang yang mendapat promosi kerja mengalami peningkatan stres sebanyak 10% dan lebih sering ke dokter.

2. Murung
Kemurungan membuat orang tidak saja kurang bisa bergaul, tapi juga mengalami penurunan kondisi fisik. Studi terhadap 180 pasien penderita penyumbatan arteri, terbukti pasien yang penyendiri berisiko meninggal dua kali lipat dari pasien yang ceria. Studi yang dipublikasikan di jurnal Archives of Surgery ini mengatakan bahwa jenis kepribadian kita berkaitan erat dengan sistem kekebalan tubuh dan sistem respon.

3. Gelisah
Kegugupan atau kegelisahan cenderung memicu kelemahan, dan berkorelasi dengan penyakit Alzheimer, bahkan kegilaan. Teori ini didapat dari studi yang dilakukan pada lebih dari 500 orang usia lanjut yang hidup sendirian selama lima tahun. Mereka yang berjiwa extrovert risikonya 50% lebih rendah terserang dementia dibanding mereka yang kerap gugup dan gelisah.

4. Kekurangan kontrol diri
Sering terlambat menepati janji? Susah mengontrol diri? Susah menyusun benda-benda milik sendiri? Waspada saja, sebab kebiasaan buruk ini mencermikan kondisi kesehatan. Studi yang dilakukan Howard S. Friedman, ilmuwan dari University of California, membuktikan hahwa mereka yang bergaya hidup disiplin, teratur, bisa hidup dua hingga empat tahun lebih panjang dari mereka yang tidak. Dan biasanya mereka yang tak bisa mengontrol diri adalah orang yang stres atau kecanduan minuman alkohol.

5. Resah
Orang yang sering merasa resah, sering khawatir dan depresi, meninggal lebih cepat dari rata-rata irang kebanyakan. Penelitian pada 1800 lelaki berusia di atas 30 tahun, membuktikan bahwa orang penderita neurotik adalah perokok. Menurut Daniel Mrocze kdari Purdue University, para penderita keresahan ini berpikir bahwa rokok bisa menenangkan mereka, namun justru itu membunuh secara perlahan

6. Kekurangan arti hidup
Jika kita merasa kekurangan makna diri, itu sudah berbahaya. Penelitian pada 1200 orang lanjut usia membuktikan bahwa mereka yang tidak menderita gangguan jiwa adalah mereka yang punya tujuan hidup tinggi. “Orang dengan pemahaman tujuan hidup tinggi akan melakukan hal-hal masuk akan bagi hidupnya, dan perilakunya cukup sehat,” jelas peneliti Patricia Boyle dari Rush Alzheimer’s Disease Center di Chicago.

7. Sinis
Bersikap sinis, curiga, tidak percaya orang lain, adalah karakter yang bis meningkatkan penyakit jantung. Studi yang dilakukan pada 300 veteran perang Vietnam menyatakan bahwa mereka yang memiliki rasa was-was dan tak percaya pada sekitar berpotensi 25% lebih tinggi terkena penyakit jantung.

Diterjemahkan secara bebas dari LiveScience.
Foto: LiveScience

Pengantar Algoritma

Pengantar

Semua sepakat bahwa komputer merupakan alat bantu untuk menyelesaikan masalah. Agar komputer dapat menyelesaikan masalah maka perlu dirumuskan terlebih dahulu langkah-langkah dalam suatu rangkaian instruksi. Sekumpulan instruksi yang merupakan penyelesaian masalah dinamakan "Program".

Agar komputer dapat menjalankan program, maka harus ditulis dalam bahasa yang dapat dimengerti oleh komputer. Karena komputer adalah sebuah mesin maka program harus ditulis dalam bahasa yang khusus dibuat untuk berkomunikasi dengan komputer. Bahasa komputer yang digunakan dalam menulis program dinamakan bahasa pemrograman. Salah satu contoh bahasa pemrograman adalah Bahasa C.

Dalam menyelesaikan masalah dengan bantuan komputer, langkah pertama yang dilakukan adalah dengan membuat desain (rancangan). Desain menyajikan cara berfikir pemrogram dalam menyelesaikan masalah. Desain ini berisi urutan langkah-langkah pencapaian solusi yang ditulis dalam notasi-notasi deskriptif. Urutan langkah-langkah yang sistematis untuk menyelesaikan masalah dinamakan ALGORITMA.

PENGULANGAN

Salah satu kelebihan komputer dibandingkan manusia adalah kemampuannya untuk melaksanakan suatu instruksi berulangkali tanpa mengenal lelah dan bosan.Pengulangan prose atau kalang(repetition atau loop) dapat dilakukan ejumlah kali atau sampai suatu kondisi tercapai.

Struktur Pengulangan

Secara umum terdiri atas 2 bagian:

1. Kondisi pengulangan, yaitu ekspresi boolean yang harus dipenuhi untuk melaksanakan pengulangan.Kondisi ini ada yang secara eksplisit oleh pemrogram atau dikelola seniri oleh komputer (implisit).

2. Badan pengulangan, yaitu bagian algoritma yang diulang.

Struktur pengulangan biasanya disertai dengan bagian:

1. Inisialisasi, yaitu aksi yang dilakukan sebelum pengulangan dilakukan pertama kali.

2. Terminasi, yaitu aksi yang dilakukan setelah pengulangan selesai dilaksanakan.

Inisialisasi dan terminasi tidak selalu harus ada(optional), namun pada berbagai kasus inisialisasi umumnya diperlukan.

Struktur pengulangan secara umum :

awal pengulangan

badan pengulangan

akhir pengulangan

Di dalam algoritma terdapat beberapa macam struktur pengulangan yang berbeda.Beberapa struktur dapat dipakai untuk masalah yang sama,namun ada notasi pengulangan yang hanya cocok untuk masalah tertentu saja.Pemilihan struktur pengulangan yang tepat bergantung pada masalah yang akan diprogram.Banyak sekali notasi struktur pengulangan, seperti :

1.Struktur For

Struktur For dipakai untuk menghasilkan pengulangan sebanyak n kali yang sudah dispesifikasikan.Jumlah pengulangan diketahui atau dapat dipastikan sebelum eksekusi program.Bentuk umumnya ada 2 macam

a.Menaik (ascending)

for pencacah <------------- nilai_awal to nilai_akhir do

aksi

endfor

b.Menurun(descending)

for pencacah <-------------nilai_akhir downto nilai_awal do

aksi

endfor

2. Struktur While

Bentuk umum struktur While adalah :

while kondisi do

aksi

endwhile

Aksi (runtunan aksi) akan dilaksanakan berulangkali selama konii bernilai true.Jika kondisi bernilai false maka pengulangan akan selesai.Agar kondisi yang mula-mula bernilai true menjadi bernilai false maka harus ada suatu nilai pengubah kondisi.

3. Struktur Repeat

Bentuk umum struktur Repeat adalah :

repeat

aksi

until kondisi

Pengulangan ini mendasarkan pada kondisi boolean.Aksi didalam badan kalang diulang sampai konisi boolean bernilai true.Jika masih false maka pengulangan akan terus berlangsung untuk itu diperlukan atau aksi yang mengubah nilai pengubah kondisi. Struktur repeat memiliki makna yang sama dengan while, dan dalam beberapa masalah kedua struktur tersebut komplemen satu sama lain.

Yang harus diperhatikan adalah bahwa pengulangan harus berhenti. Pengulangan yang tidak pernah berhenti menunjukan algoritma yang salah.