Revolusi Digital 11:Kelahiran World Wide Web


Salah satu lembaga dunia yang pertama-tama terhubung ke jaringan internet adalah Conseil Europeen pour la Recherche Nucleaire (CERN), badan penelitian nuklir Eropa yang bermarkas di Jenewa, Swiss. Beranggotakan 9.000 fisikawan, badan tersebut menghadapi sebuah masalah, yakni menemukan cara agar para ilmuwan bisa saling berbagi catatan, naskah ilmiah, foto dan grafik. Solusi datang dari seorang programer bernama Tim Berners-Lee.

Pada 1979, mahasiswa pascasarjana di CERN itu menulis sebuah program primitif yang memungkinkan orang saling bertukar dokumen elektronik. Tetapi, waktu itu, ia tak mampu menyelesaikannya dan upaya tersebut dihentikan.

WWW

Pada 1990, Berners-Lee, yang kali ini berusia 35 tahun, berpikir ulang dan menghidupkan kembali proyeknya. Kali ini ia bekerja dengan sebuah mesin yang sangat canggih, komputer NeXT buatan Steve Jobs (pendiri Apple). Kebetulan, komputer tersebut memiliki paduan perangkat keras dan perangkat lunak yang tepat untuk menampilkan informasi secara visual.

Selama beberapa bulan, Berners-Lee menulis ulang program komputernya dan berhasil menciptakan browser, sejenis perangkat penjelajah internet. Ia juga membuat beberapa halaman web yang bisa diakses. Ini adalah versi pertama dari World Wide Web, nama yang dicetuskan sendiri oleh Berners-Lee dan biasa disingkat WWW.

Apa yang diciptakan Berners-Lee adalah seperangkat kode–dinamai Hyper Text Markup Language (HTML)–untuk mengatur tampilan pada halaman web. Sementara itu, halaman tersebut bisa diakses melalui Hyper Text Terminal Program (HTTP).

Tahun 1992, salah seorang mahasiswa di National Center for Supercomputer Applications (NCSA) di University of Illinois melihat beberapa literatur WWW dan tertarik mendalaminya. Ia mengambil beberapa program yang disediakan secara gratis dan menunjukannya kepada seorang teman bernama Marc Andreessen.

Mosaic

Segera tim NCSA membuat program serupa. Andreessen sebenarnya bukan pemrogram jempolan. Tapi, ia pandai membujuk. Ia berhasil meyakinkan hacker jagoan, Eric Bina, untuk bergabung. Lahirlah browser bernama Mosaic. Apa yang dihasilkan Bina lebih canggih dibandingkan produk Berners-Lee. Mosaic lebih sederhana dan logis sehingga mudah digunakan, termasuk oleh orang awam.

Di awal 1994, koran New York Times menulis artikel tentang Mosaic. Tulisan itu menarik minat Jim Clark, mantan pengajar di Stanford yang menjadi pebisnis. Ia segera mengontak Andreessen yang saat itu telah lulus dan bekerja di California.

Mereka mendirikan Mosaic Communications untuk membuat browser yang lebih baik lagi. Tapi, University of Illinois keberatan karya kampus dikomersialkan. Andreessen dan Clark mengubah nama perusahaan dan produk mereka menjadi Nestcape.

Keputusan Nestcape untuk memberikan perangkat lunak secara gratis membawa internet kepada publik yang semakin luas. Pada akhir 1994, banyak orang mulai menggunakan browser. Tanpa dipicu penanaman modal, halaman web bertumbuh di internet. Setiap minat diwakili. Setiap hobi muncul. Karena mudah, semua orang bisa membuat halaman web.

Saham Publik

Pada Agustus 1995, Nestcape melakukan penawaran saham publik. Orang berlomba-lomba ingin menjadi bagian dari kisah sukses ini. Saham Andreessen di perusahaan itu mendadak menjadi bernilai $100 juta. Padahal, ia belum pernah menulis satu baris kode program pun sejak bergabung di perusahaan itu.

Tetapi, kisah sukses itu segera dilibas Microsoft yang memunculkan Internet Explorer (IE). Bill Gates sadar bahwa masa depan perusahaannya bergantung pada kemampuan beradaptasi dengan internet, babak terbaru dari revolusi digital. Langkah Gates menjual IE satu paket dengan Windows memuat Nestcape mulai kehilangan pamor.

Nestcape–yang mendasarkan bisnisnya pada produk tunggal–berada di ujung tanduk. Perusahaan yang ikut meluncurkan ledakan internet itu malah tersesat sendiri. Ia tidak mempunyai sesuatu yang unik untuk
terus memimpin pasar. Akhirnya, program Nestcape dibuka kepada publik, menjadi open-source. Kini, ia hadir kembali dengan nama Mozila yang mulai populer menggeser IE.


foto:api.ning.com

Linux Terus Mendominasi Pasar Komputer Super


Data dalam jumlah besar memerlukan tenaga komputasi yang besar juga, untuk mengolahnya menjadi informasi yang berguna. Contoh pengolahan data super kritis adalah pada keuangan/bank, bioinformatika, dan militer. Platform apakah yang paling cocok untuk melakukan hal itu? Mari kita simak dibawah.

Berdasarkan data tahun 2005, Linux berada di posisi teratas (Catatan Penerjemah: Data tahun 2008 justru menunjukkan trend bahwa linux semakin mendominasi pasar komputer super). Dalam daftar top500, yang dirilis pada konferensi komputer super di Seattle, Blue Gene/L berbasis Linux berada di posisi teratas. Blue Gene/L tidak sendirian, sebab tujuh dari sistim top 10 menjalankan Linux. Aix, UNICOS, dan Super-UX juga hadir di top 10.

Daftar top500 (http://www.top500.org/) telah menunjukkan bahwa Linux adalah sistim operasi de facto dan de jure pada komputer super, dan pada daftar tahun 2005 menunjukkan bahwa popularitas Linux di platform komputer super adalah 78% dari seluruh komputer yang paling cepat didunia tersebut (catatan penerjemah: data tahun 2008 menunjukkan, bahwa presentasenya naik menjadi 87%). 391 dari semua sistim ini menggunakan berbagai distro Linux, jauh lebih banyak dibandingkan Unix (Dahulu kala Unix mendominasi pasar komputer super), Mac OS X, Solaris, ataupun Windows.

Erich Strohmaier, editor dari daftar, mengatakan, walaupun prosesor 64 bit dan multi-core memainkan peran sangat penting dalam evolusi sistim super, tidak ada tanda bahwa Linux akan mengalami penurunan pada daftar. ‘ Linux telah mendominasi sistim operasi pada komunitas komputer super, dan akan tetap demikian’, demikian kata dia. ‘ Jika ada perubahan, maka justru akan menjadikan Linux semakin dominan.

Efektivitas

Strohmaier memuji efektivitas kluster linux untuk mencapai kekuatan komputasi yang lebih besar, dan menggaris bawahi bahwa sistim operasi open source juga dapat memenuhi apapun yang dilakukan berbagai organisasi di server mereka.

Walaupun sukar menentukan apakah distro Linux yang digunakan secara tepat, situs database top500 sekarang juga memasukkan sistim operasi yang digunakan oleh komputer super. Database tersebut juga memasukkan variabel seperti geografi, vendor sistim, teknologi interconnect, dan keluarga komputer/prosesor.

Distro Linux yang dapat terdeteksi pada daftar adalah Red Hat Linux, Red Hat Enterprise, SUSE Enterprise Server, UNICOS/Linux, dan CNK/Linux. Menurut Strohmaier, distro Linux yang populer adalah Linux standar, bukan yang telah terkostumisasi atau yang terkombinasi, yang biasanya populer pada sistim besar.

‘ Kostumisasi sistim operasi sering dilakukan komunitas riset, namun industri dan bisnis lebih tertarik pada solusi tertentu yang sudah didukung oleh sistim operasi tersebut’. Kata dia. Strohmaier menambahkan, bahwa pertumbuhan industri komputer super telah tumbuh secara cepat dan akan terus demikian. Dia juga melaporkan, bahwa terjadi penggantian sistim dengan cepat, karena 4 dari top 10 sistim telah diganti oleh instalasi baru.

Titik Teratas

Supaya tetap pada titik teratas, IBM BlueGene/L pada Lawrence Livermore National Lab (LLNL) telah menggandakan kekuatannya, dan sekarang telah memiliki rekor performas linpack 280,6 teraflops ( Biliun kalkulasi perdetik). Pada urutan kedua, adalah sistim Linux eServer Blue Gene, BGW, pada Pusat riset IBM Thomas Watson, yang memiliki performans 91,2 teraflops. Urutan ketiga adalah ASCI Purple milik departemen energi Amerika Serikat, sistim berbasis AIX yang memiliki performans 63,4 teraflop pada LLNL juga. Urutan keempat dan kelima dipegang oleh SGI Columbia, komputer super berbasis Linux yang memiliki performans 51,87 teraflops, dan Thunderbird, sistim Dell PowerEdge Sandia National Lab yang menjalankan Linux dan memiliki performans 36,10 teraflops.

Stromaier juga menekankan, bahwa prosesor AMD juga hadir semakin kuat pada daftar. Walaupun masih kalah dibanding sistim intel, namun perusahaan tersebut telah menempatkan 55 sistim pada daftar, dan pasarnya berkembang. Strohmaier juga mengatakan bahwa 64 bit dan teknologi multicore juga berperan.

Strohmaeir mengindikasikan bahwa walau Unix masih memiliki pasar, tidak ada sistim operasi lain yang akan digunakan sebanyak Linux kedepannya di top500 .

Variasi Unix yang lebih tua, seperti AIX akan tetap digunakan, namun karena sistim berbasis server akan digantikan oleh kluster, Linux akan menjadi semakin dominan,’ Kata dia. ‘ Linux telah menjadi standar industri pada komunitas ini, dan sistim operasi lain ( MacOSX, Windows, dll) yang ingin memasuki pasar ini harus berjuang sangat keras.’

Referensi:

http://www.top500.org/

Diterjemahkan dari:

http://www.linux.com/feature/49832

Foto: http://xocoo.wordpress.com/2008/08/03/windows-vs-linux-vs-mac/

Hollywood Pilih Linux untuk Animasi


Industri hiburan merupakan ladang investasi yang menggiurkan. Hollywood merupakan ‘kiblat’ bagi industri hiburan dunia. Namun, tahukah anda, bahwa sistim operasi pilihan utama bagi para animator FX di Hollywood adalah Linux? Seniman menggunakan Linux? Bagaimana ini bisa terjadi? Mari kita simak!

Linux menjadi sistim operasi utama di Hollywood

Pada industri film, Linux telah menjadi pemenang. Ia berjalan pada hampir semua server dan desktop yang digunakan untuk animasi dan efek khusus. Sekarang, Linux digunakan untuk membuat hampir semua film di bioskop. Studio besar seperti Disney/Pixar, DreamWorks Animation, Sony, ILM (Industrial Light and Magic), semuanya menggunakan Linux.
Linux adalah sistim operasi yang paling populer untuk film animasi berdana besar. Ia diinstalasi pada lebih dari 95% server dan desktop pada perusahaan animasi dan efek khusus yang besar. Pengamat diluar industri film, dan bahkan didalam industri itu sendiri, kadang tidak sadar bahwa Linux telah mendominasi studio-studio besar. Linux telah menjadi ‘norma’ di Hollywood, dan bahkan dianggap sebagai standar. Di domain ini, Windows dan Macintosh adalah sistim operasi minoritas. Para Linuxer akan mengalami kesulitan untuk mengkonversi pengguna baru untuk menggunakan Linux di Hollywood, sebab hampir semua orang disana menggunakan Linux. Sistim operasi yang dikembangkan oleh komunitas, dan untuk komunitas, telah digunakan secara intensif oleh studio film.
Hollywood memilih Linux, sebab jika digunakan secara tepat, ia adalah sistim operasi yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih murah. Pada perusahaan film besar yang memiliki ribuan server dan desktop, ekonomi dan efisiensi dari Linux memberikan kontribusi sangat signifikan pada penghematan keuangan. Pada perusahaan yang lebih kecil, Windows dan Mac sering lebih populer karena skala ekonomi tidak berlaku. Walaupun demikian, beberapa perusahaan kecil juga menggunakan Linux. Beberapa perusahaan film menggunakan lingkungan campuran. Sebagai contoh, South Park diproduksi pada desktop Mac, dengan server Linux. Walaupun adalah ‘raja’ di industri perfilman, Linux jarang digunakan pada industri televisi, karena kebutuhan komputasi yang lebih ringan.

Tidak seperti Windows atau Macintosh, tidak ada satu perusahaanpun yang memiliki Linux. Pengembang dari berbagai perusahaan mengkontribusikan kode ke Linux, yang disediakan gratis, dan dapat berjalan pada berbagai tipe komputer. Perusahaan seperti HP, Dell, IBM, Verari, Boxx, dan lainnya, menjadi pengembang sistim Linux untuk industri film Hollywood.

Aplikasi Animasi dan FX Linux yang digunakan Hollywood

Beberapa program animasi top dan FX (efek khusus) berjalan pada platform Mac, dan beberapa dari mereka, seperti RenderMan Pro Server, telah ditulis ulang ke Windows. Namun hanya pada kluster Linux, efek visual televisi dan film dikembangkan secara serius. Animasi dan FX untuk Indiana Jones and the Kingdom of Crystal Skull; Star Wars: The Clone Wars; Wall-E; 300; The Golden Compass; Harry Potter and The Order of The Phoenix; Ratatouille dan I’m Legend, semua dikembangkan menggunakan RenderMan Pixar dan Maya Autodesk, di kluster Linux. Para pengembang Hollywood memilih menggunakan Linux, karena hanya di kluster Linux mereka dapat menggunakan kekuatan komputasi besar untuk rendering grafik 2D dan 3D.

Efek khusus realistis dikembangkan dengan program yang menggunakan RISpec (RenderMan Interface Spesification) Pixar. RISpec adalah detail standar terbuka dari API (Application Programming Interface) untuk program rendering grafik 3D. Namun, RISpec tidak sepenuhnya bersifat open source. Walaupun Pixar, ‘raksasa’ animasi Hollywood yang dimiliki Disney, telah mempublikasikan spesifikasi penggunaan, dan tidak mengharuskan pengguna mendapatkan lisensi tak berbayar untuk menciptakan program rendering RISpec, Pixar belum menspesifikasi secara jelas bagaimana pengembang dapat menggunakan RISpec. Adapun, ada beberapa program open source berbasis RISpec seperti Pixie dan Blender.

Sumber referensi
http://blogs.computerworld.com/if_its_animation_or_special_effects_its_linux
http://www.linuxmovies.org

foto:moviesmedia.ign.com

Manajemen Library Linux


- Pernakah kita menginstall sebuah program atau aplikasi di Linux tapi setelah dijalankan tidak keluar sama sekali.? Bila dijalankan lewat command prompt akan menampilkan pesan berikut :

“Error while loading shared libraries: namalibrary.so.X: cannot open shared object file: No such file or directory”

Itu adalah sebuah pesan yang menunjukkan bahwa program yang telah kita instal membutuhkan dependencise atau ketergantungan dengan program ataupun komponen lainnya. Untuk itu setiap distro menambahkan banyak option dalam perintah instalasi agar pengguna tanpa direpotkan dengan pesan eror tersebut. Jika sebuah program diintsal sedangkan belum tersedia dependencise dalam Linux maka otomatis akan menampilkan pesan instalasi tidak dapat dilakukan.

Distro basis Redhat dan Debian telah mengantisipasi dengan memberikan metode instalasi secara online dengan perintah “# apt-get install nama-program” dalam peritah tersebut system linux akan otomatis mendeteksi dependencise apa saja yang diperlukan untuk menginstall program, lalu Linux akan men-download dependencise secara online (lewat internet) pada situs repository. Setelah dependencise terdownload komplit, lalu mennginstalnya beserta program yang akan di install tadi.

Tahukah apa saja sebenarnya isi dari paket dependencise atau library tersebut? Library yang diunduh berupa file terkompres dengan extensi .rpm atau .deb yang isi nya terdapat beberapa directory dan banyak file.

Saat library di instal akan mengextract file ke /usr/lib dan beberapa file lainnya diextract ke directory lain seperti /var /usr/bin.

file yang ada di dalam /usr/lib ada 3 jenis yaitu
.la adalah tanda dimana library asli / master dalam keadaan eksis (tersedia)
.so.X adalah library master, tanda X menandakan versi library tersebut
link adalah sebuah shortcut yang menuju destination library master.

Jadi inti dari berjalan atau tidaknya sebuah program yang diinstal adalah tersedianya ketiga jenis file diatas yang berada di directory /usr/lib. Maka kita sudah mendapat sebuah konsep cara management library agar menghemat space pada Linux. Caranya adalah sebagai berikut :

1. Unduh semua library yang dibutuhkan program yang ingin di instal. Lalu extract ke directory /tmp atau bisa juga membuat directory sendiri.
2. Lalu copy semua file yang yang ada di /tmp/usr/lib lalu paste ke directory /usr/lib. Sedangkan sisa file yang lain tidak perlu dicopy.
3. Untuk mengaktifkan dan otomatis membuat link ke versi terbaru ketikkan “ldconfig”

Di dalam Linux ukuran standard terdapat sekitar 50 program. Jika satu program membutuhkan rata-rata 10 library, maka terdapat 500 library. Jika satu library bisa kita managemen hemat 50% space, maka bisa disimpulakan Linux Anda akan bisa menghemat 50% space, yang semula linux memakan 2 giga, maka akan menjadi 1 Giga saja. Program tetap utuh tapi space lebih kecil dan hemat.

foto:/sukabiru.files.wordpress.com

YUI-AGAIN

Yume no tsuzuki oikaketeita hazu nano ni
Magarikunetta hosoi michi hito ni tsumazuku

Ano koro ni mitai ni tte modoritai wake janai no nakushitekita sora wo sagashiteru
Wakattekuremasu you ni gisei ni natta you na kanashii kao wa yamete yo

Tsumi no saigo wa namida janai yo zutto kurushiku seotte kun da
Deguchi mienai kanjou meiru ni
Dare wo matteru no
Shiroi NOOTO ni tsuzutta you ni motto sunao ni hakidashitai yo
Nani kara nogaretainda
Genjitsu tte yatsu

Kanaeru tame ni ikiterun datte
Wasurechaisou na yoru no mannaka
Bunan ni nante yatterarenai kara
Kaeru basho mo nai no
Kono omoi wo keshite shimau ni wa
Mada jinsei nagai deshou (I'm on the way)
Natsukashikunaru
Konna itami mo kangei jan

Ayamaranakucha ikenai yo ne aa gomen ne
Umaku ienakute shinpai kaketa mama datta ne

Ano hi kakaeta zenbu ashita kakaeru zenbu
Junban tsuketari wa shinai kara
Wakattekuremasu you ni sotto me wo tojitanda
Mitakunai mono made miendamon

Iranai uwasa ni chotto hajimete kiku hatsugen docchi
Mukaiattara tomodachi datte
Uso wa yamete ne
Fukai HAATO ga iradatsu you ni karadan naka moeteirun da
Hontou wa kitai shiten no
Genjitsu tte yatsu

Kanaeru tame ni ikiterun datte
Sakebitaku naru yo kikoete imasu ka
Bunan ni nante yatterarenai kara
Kaeru basho mo nai no
Yasashisa ni wa itsumo kansha shiteru
Dakara tsuyoku naritai (I'm on the way)
Susumu tame ni
Teki mo mikata mo kangei jan

Douyatte tsugi no DOA akerun dakke kangaeteru
Mou hikikaesenai monogatari hajimatterun da
Me wo samase me wo samase

Kono omoi wo keshite shimau ni wa
Mada jinsei nagai deshou
Yarinokoshiteru koto yarinaoshite mitai kara
Mou ichido yukou

Kanaeru tame ni ikiterun datte
Sakebitaku naru yo kikoete imasu ka
Bunan ni nante yatterarenai kara
Kaeru basho mo nai no
Yasashisa ni wa itsumo kansha shiteru
Dakara tsuyoku naritai (I'm on the way)
Natsukashikunaru
Konna itami mo kangei jan

Guru yang Baik Adalah Guru yang Tidak Baik


Netsains.Com – Ada yang unik di salah satu program studi yang saya ikut mengelola, yaitu mahasiswa-mahasiswa program studi tersebut sering melontarkan komplain atas seorang dosen yang mereka anggap tidak dapat mengajar dengan baik.

Bahkan ada mahasiswa yang mengatakan bahwa indeks prestasinya rendah karena harus mengikuti kuliah sang dosen selama tiga semester.

Namun tidak ada sama sekali mahasiswa yang mengeluhkan sistem pengajaran salah satu kolega sang dosen yang notabene juga tidak mengajar dengan baik. Hal ini diakibatkan karena di akhir semester hampir semua mahasiswa mendapatkan nilai A.

Menurut hemat saya, mahasiswa-mahasiswa tersebut hanya melihat masalah ini dari sisi kepentingan sesaat mereka. Mungkin sangat mengherankan bagi mereka (bahkan bagi para staf pengajar lain) mengapa saya mati-matian mempertahankan agar sang dosen tetap dapat mengajar.

Saya kembali teringat film Mandarin yang berjudul pendekar dewa mabuk yang dibintangi oleh Jackie Chan. Dalam film ini, atas perintah orangtuanya, Jackie digambarkan menjadi seorang murid dari seorang guru silat dewa mabuk yang sangat disegani. Sang murid merasa pelajaran silat tersebut sama sekali tidak menarik dan sang guru benar-benar membosankan, bahkan menjengkelkan. Contohnya, digambarkan bagaimana ia harus menimba air dengan menggunakan sendok sambil melakukan sit-up, sementara ia melihat sang guru “ngorok” sehabis mabuk.

Tak tahan dengan sistem pendidikan ini sang murid melarikan diri. Dalam perjalanannya ia bertemu dengan tokoh penjahat utama. Singkat cerita ia dihajar habis-habisan dan dipermalukan karena terpaksa terbirit-birit dengan hanya menggunakan pakaian dalam. Di sini sang murid baru sadar bahwa ia belum memiliki cukup ilmu untuk menghadapi dunia nyata. Ia merasa harus kembali ke gurunya, meski hal ini bukan merupakan perkara mudah karena sang guru sudah terlanjur kecewa. Film ini berakhir seperti sudah diduga, dengan pengertian sang murid dan kerja keras kedua pihak, ia kemudian dapat mengalahkan tokoh kejahatan terhebat sekalipun.

Apa yang diceritakan oleh Jackie Chan saya kira tidak ada bedanya dengan apa yang terjadi di dalam kelas pada program studi yang saya ceritakan. Sang guru yang mati-matian saya pertahankan adalah satu-satunya peneliti bertaraf internasional yang kami miliki. Tahun ini hanya beliau yang mendapatkan sekaligus dua penghargaan publikasi internasional dari universitas.

Bukannya saya menolak pendapat bahwa guru yang baik adalah guru yang dapat dengan cepat membuat murid paham bagaimana menggunakan persamaan Newton untuk menghitung kecepatan apel yang jatuh dari atas gedung. Namun untuk level universitas, guru yang baik adalah guru yang dapat melaksanakan semua poin tri-dharma perguruan tinggi. Jadi, guru ideal di sini (meski sulit sekali untuk didapatkan) adalah guru yang dapat mengajar dengan baik, yang merupakan peneliti berkelas internasional, dan yang tidak segan-segan untuk turun ke masyarakat.

Guru yang dapat mengajar dengan baik cukup banyak ditemukan di universitas-universitas besar, namun guru yang baik sekaligus peneliti berkelas internasional sangatlah langka. Walaupun demikian, saya melihat ada beberapa staf pengajar yang masih dapat bertahan sebagai peneliti di tingkat internasional. Meski mereka bukanlah guru yang mudah difahami mahasiswa, dalam pandangan saya merekalah pendekar sakti yang diceritakan di atas. Hanya mereka yang dapat menuntun mahasiswa untuk menuju the real research.

Saat ini riset berskala internasional sangat penting untuk mendongkrak posisi universitas-universitas kita yang sudah sangat terpuruk di tingkat Asia saja. Apalagi jika sebuah universitas telah mengikrarkan diri untuk menjadi sebuah reseach university, maka seluruh sivitas akademika harus saling bahu membahu untuk meningkatkan porsi penelitian. Tanpa riset yang sesungguhnya, universitas hanyalah sekolah lanjutan yang berani meng-klaim diri sebagai tempat mengembangkan ilmu. Sementara lulusannya sama dengan pendekar baru yang masih kurang ilmu silatnya untuk menghadapi dunia nyata. Saya sangat khawatir, jika pendekar-pendekar muda ini segera bertemu dengan penjahat yang sangat sakti, yaitu globalisasi.

Ketika kuliah S3 dahulu, saya pernah memiliki seorang dosen yang sulit sekali difahami baik tulisan maupun ucapannya. Boleh dikatakan, saat itu saya merasakan bencana besar! Namun anehnya, beliau memiliki satu grup riset yang sangat besar dan hampir semua mahasiswa di kelas itu ingin menjadi kandidat doktor di bawah bimbingan beliau. Hal ini dapat terjadi karena saat itu beliau merupakan seorang leader dalam komunitas dunia untuk bidang yang ia geluti. Di lain pihak, seorang profesor yang sangat saya sukai kuliahnya, memiliki karakter dan nasib yang hampir bertolak belakang. Bagi saya, dia adalah seorang profesor yang sabar, bijaksana, dan dapat menjelaskan materi kuliah secara gamblang. Meski demikian, hanya beberapa kandidat doktor saja yang memilih dia.

Suatu hari institut kami merayakan ulang tahun salah seorang pendiri institut. Saking sepuhnya, beberapa murid beliau sudah menjadi profesor-profesor senior yang hampir pensiun. Seorang di antara mereka maju ke mimbar dan menceritakan betapa ia sering tertidur dalam perkuliahan sang guru akibat monotonnya kuliah. Namun akhirnya ia menyadari betul bahwa guru yang paling tidak baik mengajarnya adalah guru terbaik baginya, karena ia terpaksa belajar sendiri untuk memahami isi kuliah sang guru. Usaha tersebut merupakan latihan pertama baginya untuk secara mandiri memahami suatu subyek ilmu, suatu hal yang kemudian ia temukan sudah mutlak dalam penelitian program doktor. Jika seorang mahasiswa tidak pernah mampu untuk belajar secara mandiri, maka ia tidak akan pernah mampu melakukan the real research, karena di sana terlalu banyak hal baru yang belum pernah dijamah manusia yang harus ia pelajari sendiri.

Nobody can help you there, or you have to go back to your previous (ugly) teacher!

foto: irishmethodist.org

bantuan google adsense


Link di bawah ini adalah bantuan google adsense:
-https://www.google.com/adsense/support/?sourceid=aso&subid=ww-ww-et-asui&medium=link
-https://www.google.com/adsense/g-app-single-3

Ditemukan, Jaring Laba-laba Tertua


Jaring halus laba-laba yang dibuat sekitar 140 juta tahun lalu ditemukan terawetkan dalam batu ambar. Jaring yang ditemukan di Sussex, Inggris, itu terawetkan saat getah damar menggenanginya sebelum mengeras dan membatu. Dalam batu yang sama ditemukan juga sisa tanaman, kotoran serangga, dan mikroba purba.


"Ini adalah jaring laba-laba paling tua yang pernah ditemukan menurut catatan fosil kami," ujar peneliti Martin Brasier dari Universitas Oxford, Sabtu (31/10).


Brasier dan rekan-rekannya memanfaatkan teknik komputerisasi yang disebut confocal microscopy untuk merekonstruksi kembali dan meneliti jaring tersebut beserta simpulnya. Beberapa hal, termasuk simpul yang disambung menggunakan cairan lengket, menunjukkan bahwa jaring tersebut dibuat oleh laba-laba yang berkerabat dengan laba-laba kebun modern.


"Laba-laba ini juga meletakkan cairan lengket di sepanjang jaringnya untuk memerangkap mangsa mereka," kata Brasier. "Sisa-sisa cairan lengket itu ikut terawetkan dalam batu ambar.


Analisis mengenai jaring tersebut juga memberi petunjuk tentang makanan laba-laba. Saya kira, berdasar bentuk jaringnya, hewan ini memangsa serangga terbang, seperti lalat dan nenek moyang lebah, tawon, serta kumbang," kata Brasier.


Tahun 2006, para peneliti menemukan jaring laba-laba yang juga terawetkan dalam batu ambar. Usianya sekitar 136 juta tahun.


Bagaimana “Big Bang” Disimpulkan



“Big bang” banyak dibicarakan sebagai awal dari alam semesta, ketika sebuah titik yang luar biasa kecil meledak dengan dahsyat, mengembang dan menjadi galaksi, bintang, planet dan bumi yang kita huni.

Tetapi jika kejadiannya lebih dari 10 milyar tahun yang lalu, bagaimana manusia sekarang bisa menyimpulkan skenario penciptaan tersebut?

Hubble

Pada tahun 1920-an Edwin Hubble mengukur jarak berbagai galaksi terhadap bumi. Ia lalu membandingkan hasilnya dengan gerak mereka. Ternyata galaksi-galaksi itu melaju menjauhi bumi. Yang menarik, kecepatan geraknya tidak sama, melainkan semakin jauh dari bumi, semakin cepat galaksi menjauhi bumi.

Apakah ini berarti bumi merupakan pusat semesta yang ditinggal pergi oleh para galaksi? Bukan. Bayangkan sebuah balon karet yang kempis dan kulitnya digambari bintik-bintik. Jika balon ditiup, bintik-bintik itu merenggang satu terhadap lainnya. Dipandang dari titik tertentu, bintik yang jauh akan lebih banyak bergeser ketimbang bintik yang dekat. Ini gara-gara keseluruhan kulit balon meregang bersama-sama.

Jadi dari penelusuran Hubble, keseluruhan jagat raya sedang mengembang bersamaan. Kalau begitu, tentu setahun yang lalu ukurannya tidak sehebat sekarang, apalagi seabad yang lewat. Bila ditelusur mundur terus, agaknya ada saat ketika alam semesta berukuran kecil, bahkan sangat kecil.

Padahal gas yang dimampatkan akan naik suhunya, coba rasakan tabung pompa pada saat kita memompa ban. Apalagi jika yang memampat itu massa alam semesta yang luar biasa besar. Akan terbentuk gumpalan sangat panas dengan suhu lebih dari trilyunan derajat. Tampaknya alam semesta berawal dari satu titik super panas yang dengan cepat sekali mengembang. Ini yang disebut big bang.

Penzias

Gagasan tersebut harus didukung oleh petunjuk yang lain. Pada tahun 1964, Arno Penzias dan Robert Wilson menghadapi masalah dengan antena besar untuk menerima sinyal dari ruang angkasa. Sepertinya ada gangguan yang diterima, bandel, dan sama terus kekuatannya ke manapun antena dihadapkan ke langit. Penzias dan Wilson hampir kehilangan akal.

Setelah dilakukan analisis mendalam, ketemulah biang keladinya. Ceritanya, setiap barang yang merupakan benda hitam jika bersuhu tinggi akan memancarkan radiasi panas. Tangan yang didekatkan pada setrika panas dapat merasakan contoh radiasi dimaksud.

Puncak radiasi terletak pada panjang gelombang tertentu, dan harga panjang gelombang ini dipengaruhi suhu benda. Semakin tinggi suhu, panjang gelombang semakin pendek. Lihat saja api sangat panas yang bercahaya biru (panjang gelombang pendek) dan api kurang panas yang merah (panjang gelombang lebih besar).

Menurut skenario big bang, jagat raya awalnya bersuhu 1032 Kelvin (273 Kelvin sama dengan 0 derajat Celsius). Oleh karena mengembang, temperaturnya turun, sehingga panjang gelombang radiasi terus membesar. 56.000 tahun setelah big bang, suhunya menjadi “hanya” 9000 K. Angka ini dekat dengan suhu permukaan matahari (6000 K) yang radiasinya berbentuk cahaya cemerlang.

Ketika diselidiki, gangguan pada antena Penzias dan Wilson berada di daerah gelombang mikro, yang panjang gelombangnya jauh lebih besar dari pada cahaya matahari. Dan temperaturnya ketemu 2,7 K. Ini dia suhu alam semesta pada zaman sekarang, tersebar rata di seluruh langit, merupakan sisa big bang 13,7 milyar tahun yang lalu.

Tak ayal lagi, teori big bang mendapatkan bukti yang kuat. Tentu masih ada petunjuk-petunjuk lain yang menunjang, misalnya hasil pengamatan oleh satelit COBE. Tetapi kontribusi Hubble, serta Penzias dan Wilson, memegang peran sangat penting. Penzias dan Wilson dianugerahi hadiah Nobel pada tahun 1978. Hubble tidak menerima Nobel, tetapi namanya diabadikan, antara lain untuk sebuah teleskop berkemampuan tinggi yang sejak tahun 1990 mengorbit bumi.***

Bacaan:

http://www.astro.ucla.edu/~wright/BBhistory.html

http://www.big-bang-theory.com/

http://apod.nasa.gov/apod//ap980207.html

Kredit foto:

https://academics.skidmore.edu/weblogs/students/scheng/Supernova.jpg

my cord

Hitomino Junin
Intro : G D F Em C G Am D

G Em C D
Kazoekirenai... demo sukoshi no saigetsu wa nagare
G Em C D
Ittai kimi no koto wo dore kurai wakatteru no ka na?
Yubisaki de chizu tadoru you ni wa umaku ikanai ne
Kizuiteiru yo fuansou na kao Kakushiteru kurai

Bm Em Bm Em
Isogiashi no ashita e to teikou suru you ni
Bm Em C D
Kakemawatteite mo fushigi na kurai... kono mune wa kimi wo egaku yo

C D Bm Em
Miagereba kagayaki wa iroasezu afureteita
C D Bm Em
Donna toki mo terashiteru ano taiyou no you ni nareta nara

Em

Mou sukoshi dake kimi no nioi ni... dakareteitai na
Soto no kuuki ni kubiwa wo hikare boku wa se wo muketa

Shiroku nijinda Tameiki ni shirasareru toki wo
Kurikaeshi nagara futo omou no sa... naze boku wa koko ni irun'darou?

Soba ni ite zutto kimi no egao wo mitsumeteitai
Utsuriyuku shunkan wo sono hitomi ni sundeitai
Doko made mo odayaka na shikisai ni irodorareta
Hitotsu no fuukeiga no naka yorisou you ni toki wo tomete hoshii eien ni

Em C D
Em C D
Em C D
Em C F

Intro : G D F Em C G Am D

Soba ni ite zutto kimi no egao wo mitsumeteitai
Utsuriyuku shunkan wo sono hitomi ni sundeitai
Itsu no hi ka azayaka na kisetsu e to tsuredasetara
Yuki no you ni sora ni saku hana no moto e... hana no moto e


New World
Intro :
F#add9 C#
D#madd9 B
(drum loop)
F#add9 C#
(beat on)
D#madd9 B

VERSE
F#
kokoniaru tashika na riaritei
Dm B
furikaeru kinou nante kudaranai
F#add9
togireru nai sora wo dokomademo
Dmadd9 B
kage sae mo utsuranai sekai e


PRE-CHORUS
F# C# D#m G#sus4
kensou ni magirete todoita kakusei no koe
(Stand up for your final choice! Now the time of fate has come!)
CHORUS
Badd9 C# F# D#
yami o sai te! afure dashita! hikari tsukami kakage ro
B C#
I'm awakening in the New World! >

*jreg... jreg-jreg jreg-jreg...* 2X
(bass mute)

VERSE
F#add9
sono te o nobashite kuretara
Dmadd9 B
ima sugu kimi wo tsure te ikeru
F#add9
dare yorimo takaku ukande
Dmadd9
teniire ta mujuuryoku chitai e...


PRE-CHORUS
F# C# D#m G#sus4
kaihou no byouyomi kidu ita kakusei no koe!
(Stand up for your final choice! Now the time of fate has come!)

CHORUS
F#add9 C# F# D#
togi suma shita tsubasa hiroge kaze wo atsume tobi tate !
F#add9 C# D#
abare ru kodou toki wo koe te hibike!
B C#
I'm awakening in the New World

SOLO
BM7 A#m7
BM7 A#m7

*Nguuungg...*
(Pick Scrape)

BRIDGE
F# C# D#m C#
hizumu zanzou toke te nagareteiku
(Stand up for your final choice! Now the time of fate has come!)
B D#m C# G#sus4
egaku kiseki wa sora wo tsuranuiteiku!
(Fly away beyond the clouds! Will you still be in your dreams?)
C#sus4 C#
br wa ranai joushou!


CHORUS
F#add9 C# F# D#
yami o sai te! afure dashi ta! hikari tsukami kakage ro!
F#add9 C# D#
modore teita kono shunkan tsunage
Fadd9# C# F# D#
kimi ga kureta... koe wo dai te... takaku takaku hane bataku!
Fadd9# C#
koboreru mirai mabushii kurai sosogu...
B C#
I'm awakening in the New World!


F#add9 C#
New world...

D#madd9 B